Puisi-Puisi Fatio NE; Hari Lahir
Diterbitkan oleh Admin
Diperbarui pada:

Penulis: Redaksi Cangkeman
Hari Lahir
pada bekas mobil-mobil pembawa kontainer, deru tangis bayi masih terdengar kencang di telingaku. ia melantunkan tangis dengan sajak ritmis. pesakitan telah tiba, membawa lagu yang tak terlalu baru, tapi tak jua usang.
pada pusat kriminalitas, sepasang kekasih menciptakan kemiskinan dari cinta. mereka tak henti merapal mantra syukur atas jalan panjang yang baru saja dimulai. hingga rembulan malu, tak mau menampakkan lekiuk tubuhnya.
belis gundul berlarian di antara tiang-tiang pelabuhan. tak tertarik dengan deretan ruko penjaja kata-kata. kelak, kata-kata merasuk pada rumah bersalin. ia menjelma menjadi rasa sakit.
Menjenguk Bayi
dua orang perempuan kecil kelahi
memaksakan pendapat tentang
bayi munyil yang baru lahir
bapak baru tersenyum renyah
usahanya berhasil membuat satu wanita turun mesin
menghasilkan tangis oweowe
sanak saudara berbagi kisah
ada yang berpengelaman
ada yang baru mau merencanakan
canda hangat memenuhi ruangan
kebahagiaan terpancar
pada setiap oweowe
sementara di luar ruangan badai menanti...
Tetek Ibu
pada tangis pertamaku
kau datang menenangkan
hingga ku terpejam
ketika ku kalang kabut
kau salurkan rasa
dari makhluk paling mulia
kuingat kau
yang temaniku
meski hanya dua tahun
Fatio NE
Juni 2021

Akun resmi tim redaksi Cangkeman.

Di Pelataran Rumah Ibu yang Berdebu

Sekian Kekalahan

Chit Chat

Layarku-Layarmu

Instastory

Ikan-ikan Berbaring dan Puisi Lainnya
Posting Komentar (0)
Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar.
Masuk