Presidennya Disadap Anak Buah Sendiri, kok Istananya Malah Ikut Bingung?
Diterbitkan oleh Admin
Diperbarui pada:

Penulis: Cangkeman
Editor: Cangkeman
Selamat kepada Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta yang berhasil menurunkan level manajemen krisis negara jadi setara obrolan bapak-bapak pos ronda. Bayangkan, Presiden Prabowo Subianto diduga disadap secara ilegal oleh mantan Kepala Staf Kepresidenan, Listyo Sigit Prabowo Cs, tapi respons resmi dari Mensesneg Prasetyo Hadi, seperti diberitakan CNN Indonesia pada Rabu (4/11), malah ngaku bingung soal motifnya.
"Niatan kan sudah, kita juga bertanya-tanya," kata Pras.
Lho, kalau sekelas Mensesneg di pusat kekuasaan saja masih bertanya-tanya, terus kami rakyat jelata ini harus nanya ke siapa, Pak? Ke dukun beranak?
Ini lho yang bikin kepala kita gatal. Yang diduga menyadap secara ilegal itu bukan cuma nyasar ke pejabat lain, tokoh publik, atau media massa, tapi langsung ke pucuk pimpinan negara. Pelakunya pun bukan orang jauh, melainkan orang yang kemarin-kemarin ngantor di lingkar dalam sebagai Kepala KSP, sebelum akhirnya berstatus tersangka dan dicopot. Eh, pihak Istana dengan santainya bilang belum dapat info rinci soal siapa aktor intelektual di balik insiden ini dan cuma nunggu penyidikan polisi.
Sabuk Pengaman Negara Rasa Warung Kopi
Kalau dompet kita hilang di pasar, wajar kita bengong dan cuma bisa pasrah nunggu pak satpam ngecek CCTV. Lha ini yang diduga dibobol privasinya itu presiden, kok reaksi lingkar dalamnya kayak orang kehilangan helm di parkiran minimarket? Mbok ya minimal pura-pura kelihatan sigap gitu lho, biar kami yang bayar pajak ini nggak ngeri-ngeri amat membayangkan betapa bocornya ruang kerja kepala negara.
Untungnya, Istana masih kenal yang namanya konsekuensi logis. Karena Kepala KSP sudah jadi tersangka, Presiden langsung meneken Keppres pemberhentian Listyo pada pagi harinya dan menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas. Ya memang sudah seharusnya dipecat, Pak, masa mau dikasih piagam penghargaan karyawan teladan?
Kata Mensesneg, nanti pada waktunya pasti akan disampaikan hasil penyidikannya oleh aparat. Ya sudah, sembari menunggu waktu yang entah kapan itu, kita doakan saja semoga obrolan rapat pencopotan kemarin nggak ikut bocor ke grup WhatsApp sebelah.
Lagipula, emangnya nggak bosen ya dengerin suara Presiden berjam-jam? Wong kita aja males kalo harus dengerin pidatonya.
Berani Bicara Itu Baik!

KAMI KEMBALI
Posting Komentar (0)
Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar.
Masuk



